Monday, 10 March 2014

Indonesia impor kelapa dari Malaysia karena lahan berkurang

Merdeka.com - Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih angkat suara soal impor kelapa yang didatangkan dari Malaysia dan Thailand. Impor dilakukan karena lahan perkebunan pohon kelapa di Indonesia terus tergerus. Henry menyebut, petani kelapa telah mengkonversi lahan kelapa mereka ke kelapa sawit. "Memang sudah terjadi konversi jadi kepala sawit. Kelapa untuk kopra dulu produksi kita tinggi dan kita ekspor, sekarang sudah banyak konversi ke kelapa sawit," ucap Henry ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Senin (10/3). 

Henry justru menduga, kelapa yang masuk Indonesia berasal dari India. Alasannya, saat ini hanya India yang konsisten dengan petani kelapa mereka. "Ini perlu diselidiki, mungkin Malaysia dan Thailand hanya pintu masuk mereka saja. Kepala itu dari India. Perlu di cek juga. India yang surplus kelapa," tegasnya. Dari data Kementerian Perindustrian, Indonesia merupakan negara produsen kelapa terbesar di dunia, dengan area tanaman sekitar 3,88 juta ha dan produksi tahun 2005 sekitar 3,2 juta ton setara kopra. Namun, pada Tahun 2013 hingga Januari 2014, Indonesia justru malah mengimpor kelapa dari Malaysia dan Thailand. Dari data BPS, pada Januari 2014 nilai impor kelapa Indonesia mencapai USD 25.816 dengan berat 42.375 Kg. Angka ini turun dari bulan sebelumnya yang mencapai USD 34.778 dengan berat 35.020 Kg. Impor kelapa Januari 2014 ini datang dari Thailand dan Malaysia. Impor kelapa dari Thailand pada Januari 2014 adalah sebesar USD 20.282 dengan berat 40.561 Kg. Sedangkan impor Kelapa dari Malaysia hanya USD 5.534 dengan berat 1.814 Kg. Idris Rusadi Putra, merdeka.com

No comments:

Post a Comment