Bisnis.com, JAKARTA -- Banyaknya jumlah penduduk beragama muslim di Indonesia ternyata menyimpan peluang bisnis menggiurkan. Baju muslim tak hanya diperlukan oleh wanita dan pria dewasa, tetapi juga anak-anak. Salah satu pelaku usaha yang fokus membidik pasar ini adalah Herlina Trisnaningsih, 36. Perempuan asal Bandung ini merintis usaha baju muslim kasual untuk si kecil yang dinamakan Little Zee sejak 2009.
Menurut Herlina, kebanyakan baju muslim anak-anak yang dijual dipasaran memiliki model yang kaku alias kurang trendi. “Pakaian muslim anak sebenarnya banyak. Namun, modelnya terbatas gamis dan setelah kemeja dan celana. Motifnya kalau bukan kotak-kotak ya bordir,” katanya.
Berangkat dari pemikiran tersebut, Herlina mulai mendesain berbagai jenis baju muslim. Tak hanya terlihat sopan, dia juga ingin pakaian tersebut bisa digunakan untuk acara yang lebih kasual. Baju muslim tersebut tidak sekadar bisa dipakai anak untuk mengaji, tetapi juga bisa dikenakan untuk segala acara.
Berbeda dengan model pakaian lainnya, potongan baju muslim diwajibkan untuk menutup bagian-bagian tubuh. Kendati demikian, Herlina harus memikirkan tingkat kenyaman anak-anak agar. Oleh karena itu, Herlina memilih bahan 100% katun dan spandeks. Meskipun menggunakan baju bermodel lengan, celana, atau rok panjang, anak-anak tetap nyaman dan tak merasa gerah.
Bukan itu saja, Herlina menerapkan konsep khusus di baju-baju anak Little Zee. “Saya ingin mengangkat konten tekstil lokal.
Saya mengaplikasikan berbagai jenis kain tradisional, misalnya batik, tenun, bahkan songket. Baju muslim pun semakin terlihat cantik dan trendi,” ujar Herlina.
Usaha Herlina menghadirkan baju muslim anak nan trendi tersebut berbuah manis. Banyak konsumen, khususnya ibu-ibu, yang tertarik membeli baju muslim koleksi Little Zee. Bahkan, di tahun pertama bisnisnya, Herlina sudah mengirimkan barang hingga ke Malaysia dan Singapura.
Kesuksesan Little Zee tak berhenti sampai disitu. Karena modelnya yang unik dan menarik, baju muslim buatan Herlina dilirik oleh toko retail modern terkemuka. “Alhamdulllah, saat ini kami memasok barang ke departemen store besar, butik, dan beberapa toko ritel di dunia maya. Dengan masuk ke departemen store, baju Little Zee jadi bisa bersaing dengan merek-merek asing.”
Seiring dengan meningkatnya permintaan, Herlina pun menggenjot kapasitas produksi. Jika awalnya dia menggunakan jasa makloon, kini dia sudah memiliki workshop sendiri yang terletak di bilangan Cihanjuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Herlina dan delapan orang penjahit memproduksi 800—1.000 baju setiap bulan. Jumlah ini naik menjadi 2—3 kali lipat menjelang hari raya lebaran.
Setelah masuk ke toko modern terkemuka, Herlina membidik konsumen menengah ke atas. Harga0baju muslim Little Zee dibanderol mulai dari Rp90.000—Rp700.000. Dia mengaku, margin keuntungan yang didapat dari bisnis ini cukup tinggi. “Margin laba bisa mencapai 50%.”
Selain untung yang besar, Herlina mengatakan pasar baju anak masih prospektif. Ini karena pemain lokal yang terjun ke usaha ini masih sedikit. Herlina dan beberapa merek baju anak lokal lainnya justru mulai sejajar dengan brand-brand import.
Ketika ditanya soal target, dia ingin terus menambah model dan varian produk Little Zee. “Selain baju, saya juga ingin memproduksi barang lain misalnya tas, sepatu, dan aksesoris anak.” Sumber : Bisnis.com

No comments:
Post a Comment